Be a good leader!
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Ada cerita menarik di balik penyaliban Yesus. Kisah ini dicatat oleh Matius, Markus, dan Lukas. Ketika itu Yesus diharuskan berjalan sambil memikul salibNya sendiri menuju bukit Golgota. Tetapi karena sudah disiksa sebelumnya, Ia tidak kuat lagi memikul salib tersebut. Oleh karena itu, seorang yang bernama Simon dari Kirene, dipaksa untuk memikul salib Yesus (Matius 27:32).
Jadi, Simon dari Kirene mengikut Yesus karena terpaksa. Jelas bukan merupakan hal yang enak, tetapi ia tidak punya pilihan lain. Menolak memikul salib untuk mengikut Yesus bisa berarti kehilangan nyawa bagi Simon. Tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan Simon Kirene ketika ia berjalan dengan susah payah, memikul salib dan mengikut Yesus.
Tetapi cerita tersebut tidak berakhir di situ. Banyak peneliti sejarah Alkitab percaya bahwa Simon dari Kirene termasuk satu dari sedikit orang yang tetap berada di dekat Yesus pada saat Ia disalibkan. Sementara semua murid lainnya melarikan diri (Matius 26:56), Simon dari Kirene mendapatkan hak istimewa untuk mendampingi Yesus sampai kematianNya. Ia melihat keajaiban yang terjadi menjelang kematian Yesus. Ia mendengar tujuh perkataan terakhir yang diucapkan Yesus. Ia melihat bagaimana banyak orang yang pulang dan menyesal sambil memukul-mukul diri setelah melihat kematian Yesus di kayu salib (Lukas 23:48).
Banyak peneliti Alkitab yang percaya bahwa Simon terus berada di situ dan kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keinginan tahunya membawa Simon untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya. Ia ikut terlibat dalam persekutuan orang percaya. Ia ikut menikmati kebangkitan Yesus dari kematianNya yang kemudian disusul dengan pencurahan Roh Kudus. Ia hadir pada saat Roh Kudus dicurahkan dan murid-murid penuh dengan Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu di antara bahasa lain itu adalah bahasa orang Kirene (Kisah Rasul 2:10). Kemungkinan besar, Simon Kirene juga mengalami pencurahan Roh Kudus saat itu.
Lama setelah itu, kedua anak Simon Kirene, yaitu Aleksander dan Rufus, menjadi orang-orang yang dikenal aktif dalam gereja mula-mula (Markus 15:21). Tidak hanya itu, Rasul Paulus bahkan menyebutkan Rufus sebagai orang pilihan Tuhan. Bahkan, isteri Simon Kirene dianggap sebagai ibu oleh Paulus (Roma 16:13).
Ketika Simon dipaksa untuk memikul salib dan mengikut Yesus, mungkin saat itu ia tidak mengerti. Mungkin ia hanya menurut karena tidak mampu melawan. Tetapi bertahun-tahun kemudian, keluarganya dikenal sebagai orang-orang pilihan Tuhan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami saat-saat dimana Anda diharuskan memikul salib dan terus mengikut Dia? Mungkin - sama seperti Simon Kirene - bukan karena kesalahan Anda tetapi Andalah yang harus memikul akibatnya. Kalau saat ini Anda sedang mengalami hal tersebut, ingatlah bahwa tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan orang percaya. Semua hal tidak enak yang sedang Anda alami saat ini mungkin adalah salib yang harus Anda pikul yang akan menghasilkan perkara yang indah.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Roma 8:28
You don`t remember
All the things
I did and the times I ran
You`ve forgotten
Who I used to be
You just see who I am
There`s not a single day
That passes by that I`m
Not in Your hand
And I don`t understand
But it still amazes me
That I`m part of Your plan
I can`t think of anything I`d rather
Do than live my life for You
I can`t think of anywhere I`d
Rather be than on the road that
Leads me to truth
Cause I really wanna do
Is live my life for You
This world can`t offer me
Anything I really need
The only thing that I want
Is right in front of me
It`s found You
It`s all that I believe
And all my heart is beating for
You and You alone
Nothing more
There`s so many voices
In my head everyday
A thousand different
Roads that lead
A million different ways
But one things is for sure You
Always nothing else compares
To the love You`ve given me
Kasih adalah...
Bergembira pada saat orang lain berbahagia. Bersedih untuk mereka yang bersedih. Selalu bersama saat baik maupun susah. Kasih adalah sumber kekuatan.
Kasih adalah...
Jujur karena dirimu setiap waktu menceritakan, mendengarkan kebenaran dan tidak berpura-pura. Kasih adalah sumber kejujuran.
Kasih adalah...
Suatu pengertian sepenuhnya mengenai apa yang kau rasakan, bahwa kau merupakan bagian dari orang lain. Menerima orang lain sebagaimana adanya mereka dan tidak mencoba untuk mengubah mereka menjadi sesuatu yang lain. Kasih adalah sumber pesatuan.
Kasih adalah...
Kebebasan untuk mencapai keinginanmu saat berbagi pengalaman dengan orang lain. Pertumbuhan suatu individu di sisimu dan pertumbuhan bersama dengan individu lain. Kasih adalah sumber kesuksesan.
Kasih adalah...
Kedahsyatan dari angin topan, ketenangan dalam pelangi. Kasih adalah sumber dari adanya keinginan besar
Kasih adalah...
Memberi dan menerima dalam situasi sehari-hari. Bersabar dengan setiap kebutuhan dan keinginan. Kasih adalah sumber kebersamaan.
Kasih adalah...
Mengetahui bahwa orang lain akan selalu bersamamu, tanpa memandang apa yang akan terjadi. Kehilangan orang lain pada saat mereka jauh, tetapi tetap dekat di hati tiap waktu. Kasih adalah sumber hidup.
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih." (I Korintus 13: 13)
Rajawali adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.
PELAJARAN 1 : SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG
Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang dalam hidupnya.
Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini terbang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangka nnya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha terbang, tapi gagal. Beberapa saat jatuh, cepat-cepat meraih anaknya kembali dan melayang ke bawah mendekati batu-batu karang, induk rajawali ini dengan ahli dan dibawa terbang tinggi. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini dilakukan berulang-ulang setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai bisa terbang.
Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka "makanan rohani" ke dalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan "tidur" lagi, tanpa melakukan Firman Tuhan dan hidup tidak berubah.
Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita merasakan "lapar" dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita. Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mulai menyalahkan Tuhan,"Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!....".
Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti Bapa di Surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi, agar kita bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini.
Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya untuk diangkat kembali. Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa. Mulailah membuka Alkitab dan membaca Firman Tuhan. Kemudian kita akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada kebenaran Firman Allah. Apa yang sedang terjadi ? Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita ! Kita sedang belajar terbang ! Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami.
Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya, Tuhan melatih kita untuk mempercayai FirmanNya dan mempergunakan iman kita.
PELAJARAN 2 : RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI
Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu. Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas, akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di dalam 'penjara' dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).
Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari kontrol dunia. Jika orang Kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.
PELAJARAN 3 : RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG
Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka terbang dengan mengepak-epakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun, membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Yang membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur
terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca keadaan angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan menggunakan kekuatan angin itu.
Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali kita 'terbang' dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar dari rajawali, kita mau untuk 'terbang' melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus.
Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah media yang tepat untuk belajar menguatkan sayapnya. Dia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi. Orang 'Kristen Rajawali' seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap iman kita.
PELAJARAN 4 : RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN
Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.
Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak berguna lagi 'rontok' dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.
PELAJARAN 5 : RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA
Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya.
Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala macam 'penyakit'?
PELAJARAN 6 : SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI
Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari, lalu.....mati.
Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di dalam kehidupan kekal.
Jadilah KRISTEN RAJAWALI!!!!
Katanya sih Februari adalah bulan penuh cinta dan kasih sayang. Walaupun anda bukan penganut ‘kepercayaan' itu, toh tidak ada salahnya untuk ikut belajar lebih tentang cinta di bulan ini.
Suatu hari saya membaca sebuah kartu valentine, yang menuliskan "Orang yang lahir tanggal 14 Februari memang lebih mudah dicintai". Lalu saya berpikir: ‘memang ada ya, orang yang mudah dicintai...". Mengapa ya mereka mudah dicintai?
Lalu setelah lama berpikir, saya mendapat jawabannya. Mereka mudah dicintai karena mereka terlebih dahulu menabur cinta dimana-mana. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Kalau begitu, saya dan anda juga bisa menjadi orang yang mudah dicintai. Rumusnya sudah dibuat oleh Tuhan lewat Rasul Paulus di 1 Korintus 13. Renungkan bagian dari prinsip-prinsip kasih ini, lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ketahuilah bahwa KASIH TIDAK PERNAH GAGAL.
1. Kasih itu sabar
Orang-orang yang ada disekitar kita kadang tidak selalu mengerjakan apa yang kita mau mereka kerjakan. Disinilah anda bisa berlatih untuk mengerjakan suatu bagian dari kasih, yaitu sabar. Semua hal terjadi dengan satu alasan. Dan itu artinya, hal-hal menyebalkan yang terjadi di sekitar kita pun terjadi untuk alasan tertentu. Bersabarlah. Karena dengan itu anda bisa jauh lebih menimati hidup dan lebih mudah dicintai.
2. Kasih itu murah hati
Setiap hari, anda bisa memilih untuk menjadi orang yang baik dan murah hati. Caranya, buka mata anda setiap pagi sambil bertanya: "Bagaimana aku bisa menjadi berkat bagi orang lain hari ini?". Walau itu hanya berupa sapaan ramah, gerak gerik yang menyenangkan, membantu orang yang lagi membutuhkan, atau apapun yang membuat anda menjadi orang yang murah hati. Jika anda lakukan, anda bisa merasa lebih bahagia dan tentunya lebih mudah dicintai.
3. Kasih itu tidak cemburu
Diatas langit selalu masih ada langit. Karena itu, jangan sirik! Selalu mengucap syukurlah dalam segala keadaan. Kecemburuan akan meracuni hati dan perilaku anda dan sanggup menghancurkan sebuah hubungan yang sangat baik sekalipun. Daripada sirik, lebih baik belajar dari orang yang "lebih" tersebut. Dengan begitu anda bisa menjadi a better person setiap hari dan tentunya lebih mudah dicintai.
4. Kasih itu tidak sombong
Buang selalu keinginan anda untuk menyombongkan diri. Itu akan membuat anda merasa lebih dari orang lain dan itu sama sekali bukan ekspresi cinta/kasih sayang. Sebaliknya, praktikkan kerendahan hati. Orang yang rendah hati akan sangat lebih mjudah dicintai.
5. Kasih itu tidak pemarah
Kita semua memang pernah marah. Tapi jangan menjadi pemarah! Lain kali keinginan untuk sering marah datang, ambil nafas panjang dan bertanya "apa ada respon yang lebih baik dan ramah terhadap situasi ini?". Pertimbangkan bagaimana reaksi anda nantinya akan berpengaruh pada orang lain. Dengan menjadi orang yang lembut dan tidak pemarah, anda pasti lebih mudah dicintai.
6. Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain
Pernahkah anda bertemu dengan orang yang menyimpan dan ingat setiap kesalahan yang anda buat terhadapnya? Pasti menyebalkan. Jika orang itu anda, bayangkan bagaimana orang lain memandang anda. Hidup akan jaih lebih ringan, tenang, damai, dan mudah dicintai jika anda tidak menyimpan dendam terhadap siapapun.
7. Kasih bersukacita karena kebenaran
Manusia jaman sekarang banyak yang tidak suka kebenaran dan kejujuran. Jika ada yang salah pun, kadang semua orang bersikap seolah tidak ada apa-apa. Banyak orang yang bahkan memilih untuk hidup dalam kebohongan ketimbang kebenaran. Tapi salah satu tanda cinta yang bisa anda kuasai ialah ‘tidak hidup dalam kebohongan'. Dengan selalu jadi orang yang jujur, anda akan menjadi orang bebas, yang mudah dipercaya, dan tentunya lebih mudah dicintai.
Saya menantang anda berdasar 7 kriteria cinta diatas untuk menjadi orang yang lebih mudah dicintai, mulai minggu ini! Dan rasakan bahwa hidup ini memang jauh lebih indah jika ada cinta dan kasih sayang.
Rahasia terbesar untuk menghilangkan perasaan rendah diri, yang merupakan istilah lain untuk keraguan diri yang dalam & besar, adalah mengisi pikiran anda sampai melimpah dengan iman. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)
Kembangkan iman yang besar kepada Tuhan & hal itu akan memberi anda iman yang rendah hati namun realistis kepada diri anda sendiri. “Jadilah kepadamu menurut imanmu.’ (Matius 9:29) Semakin besar masalah anda, semakin besar doa anda seharusnya. Allah akan menilai anda sesuai dengan ukuran doa anda. Panjatkanlah doa-doa yang mendalam, besar, & resapilah maka anda akan memperoleh iman yang kuat & vital.
Suatu cara untuk mempelajari bagaimana cara memiliki iman & dengan demikian membangun rasa percaya diri adalah praktek memberikan kepercayaan kepada pikiran anda. Memasukkan pikiran-pikiran yang penuh keyakinan ke dalam kesadaran anda sampai sikap iman tersebut mengambil alih kendali.
“Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31). Kalimat-kalimat tersebut lambat laun akan meresap ke dalam pikiran bawah sadar anda & sebelum anda mengetahuinya ia akan mengubah anda.
Iman menghilangkan keraguan; ia memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk memenuhi perubahan kondisi dalam hidupnya. Kita membangun rasa tidak aman ataupun aman dengan cara kita berpikir. Jika di dalam pemikiran kita, kita terus menerus menetapkan perhatian kita pada harapan-harapan buruk tentang peristiwa-peristiwa mengerikan yang mungkin terjadi, hasilnya adalah perasaan tidak aman yang terus menerus.
Kenyataan apapun yang kita hadapi, betapapun sulitnya, bahkan nampak tidak berpengharapan tidaklah begitu penting dibanding sikap kita terhadap kenyataan tersebut. Bagaimana anda berpikir tentang suatu kenyataan dapat mengalahkan anda sebelum anda melakukan sesuatu terhadapnya.
Anda dapat mengijinkan suatu kenyataan mengalahkan secara mental sebelum anda benar-benar menanganinya. Sebaliknya, suatu pola pemikiran yang penuh percaya diri & optimis dapat mengubah atau mengatasi kenyataan itu secara keseluruhan. Kekuatan batin anda akan membantu anda & dengan pertolongan Tuhan, mengangkat anda dari kekalahan kepada kemenangan. Allah Yang Maha Kuasa akan menjadi teman anda, akan berdiri di dekat anda, menolong anda & membantu serta menghibur anda.
Jangan sekali-kali mendengarkan ketakutan anda. Dengarkanlah iman anda. Isi pikiran anda dengan pemikiran berupa iman, kepercayaan & keamanan. Hal ini akan mengusir semua pikiran berupa keraguan, segala kekurangpercayaan. Bersikaplah berani, & kekuatan yang dahsyat akan datang untuk menolong anda.
Para pemenang adalah mereka yang percaya bahwa mereka mampu. Praktekkan keyakinan & iman, dan ketakutan & perasaan tidak aman anda akan segera tidak berkuasa lagi atas diri anda.
Ini pertanyaan yang biasanya terlontar manakala orang tua, atau bahkan tetangga, teman-teman, dan orang-orang di sekitar kita melihat kondisi kita. Secara usia, sudah cukup matang. Secara materi, semuanya sudah mapan. Lalu apalagi yang ditunggu? Kenapa tidak segera menikah saja? Begitulah yang sering terlontar di benak mereka. Bagi kaum pria, pertanyaan ini mungkin tak terlalu memusingkan. Tapi bagi perempuan, pertanyaan semacam ini tergolong cukup sensitif. Apalagi jika sebagai perempuan, untuk jangka waktu yang cukup lama kita belum juga memiliki pacar. Melihat teman-teman yang sudah menikah dan punya anak, ditambah desakan dari orang-orang di sekitar kita, rasanya setiap pertanyaan itu terlontar membuat hati kita seolah teriris. Terkadang kita merasa bosan dengan rongrongan pertanyaan yang itu-itu saja. Saking sebalnya, dalam hati kita kerap kali berharap bahwa lebih baik mereka tutup mulut saja dan tak usah bertanya macam-macam.
Being single bukanlah suatu penyakit yang harus disembuhkan dan butuh pengobatan. Kesendirian juga bukanlah sesuatu yang salah. Tetapi satu hal yang harus kita sadari bahwa Allah mempunyai rencana yang terindah dalam hidup kita. Ia telah memulai pekerjaan yang baik dalam hidup kita, dan Ia juga yang akan meneruskan dan menyelesaikannya dengan sempurna (lihat Filipi 1:6). Pada saat yang tepat nanti, Allah akan menunjukkan seseorang yang tepat untuk kita, dan kita tidak akan sendiri lagi. Ya, sekarang kita memang single, tetapi kita tidaklah terganggu dengan hal itu.
Kenali diri sendiri
Ini adalah salah satu hal yang harus kita tahu. Kita harus bisa mengenal dengan baik siapa diri kita, bagaimana sifat dan karakter kita, potensi diri kita, kehidupan sosial kita. Dari sinilah kita bisa mengevaluasi diri. Dari sini pula kita bisa mengetahui segala kelebihan dan kekurangan diri kita, yang mungkin saja bisa menjadi salah satu penyebab mengapa kita masih sendiri (di luar kemungkinan bahwa memang belum waktunya Tuhan). Kalau kita bisa mengenali diri sendiri dengan baik, akan lebih mudah bagi kita untuk memperbaiki sisi negatif yang ada pada diri kita, dan lebih mengembangkan sisi positif yang kita miliki.
Sendiri bukan berarti kesepian
Kita mungkin tidak mempunya sahabat karib yang bisa kita percaya, bisa diajak bicara, dan bisa diajak bersosialisasi. Kalau memang kenyataannya demikian, belajarlah untuk menjadi sahabat karib bagi seseorang. Undang orang lain agar bisa bersosialisasi dengan kita, dan jadilah pendengar yang baik bagi mereka. Libatkan diri dalam berbagai kegiatan seperti pelayanan di gereja ataupun kegiatan sosial lainnya, mengembangkan hobi kita, dan lain sebagainya. Pendek kata, belajarlah untuk menikmati hidup yang sudah Allah anugerahkan, meski saat ini kita sendiri.
Cara yang paling mudah bagi iblis untuk menghancurkan kita dengan kondisi kesendirian kita itu adalah dengan membuat kita merasa sungguh-sungguh sendirian dan tak seorangpun yang perduli, sehingga membuat kita menutup diri, merasa tertekan dan putus asa. Itu sebabnya, nantikanlah Tuhan dan percayalah kepada-Nya. Jangan pernah berhenti untuk berdoa serta berharap kepada-Nya.
Raihlah kesempatan itu
“Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.” (Ratapan 3:25-26). Mungkin kita tidak merasa bahagia dengan kesendirian kita. Tetapi inilah kuncinya, yaitu belajar menanti dengan sabar.
Sebagai seorang yang single, kita dapat menjadi seorang single di dalam Kristus yang memperkuat diri kita. Ijinkan Allah untuk menunjukkan rancangan-Nya yang sempurna bagi kehidupan kita. Belajar untuk terbuka akan waktu Tuhan. Carilah wajah-Nya. Kejarlah hati-Nya. Sungguh, hanya cinta kasih Allah saja yang mampu mengisi kekosongan di dalam hidup kita. Jika kita merasa sengsara karena sendirian, mungkin akan lebih sengsara lagi kalau kita bersama-sama dengan seseorang (apalagi bersama seseorang yang tidak tepat). Tidak ada seorang pun yang bisa membuat hidup kita menjadi lengkap. Hanya Tuhan saja yang dapat melengkapi hidup kita.
Lalu, mengapa saat ini kita masih sendiri? Karena “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1). Saat ini mungkin waktunya kita menjadi perempuan single. Tetapi mungkin tidak untuk selamanya kita berada dalam kondisi demikian. Saat ini justru adalah saat dimana kita bisa mengenal Allah lebih dekat lagi, untuk menikmati kebebasan kita sebagai seorang single, dan untuk mempersiapkan diri memasuki gerbang pernikahan kelak. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Ya, sekarang kita memang belum menikah. Itu tidak apa-apa dan tak jadi masalah. Yang penting saat ini kita adalah seseorang yang berguna bagi semua orang, dan itu adalah cukup.
Sometimes life seems like words and music
that cannot quite become a song.
Neither is mine. It does not even make a rhyme.
I am wondering, sometimes, why my life doesn’t make any sense. It is too difficult, I found.
I just can’t sing my line.
So we cry and sigh, then we try again
and wonder what could go wrong?
I thought I had learned my lesson; I thought that there was enough to learn.
My life appeared differently.
Frightening was I sitting next to my bad, praying for safety, so that the next storm wouldn’t hit me.
Desperate was I begging Him not to toss me back and forth.
I stood up, yes I did.
I fell, once again, fell. Why Lord?
But when we turn to The Lord,
at the end of ourselves,
like we’ve done a time or two before
we find His truth is the same.
As it’s always been.
Has He ever sent me to bed with an empty stomach?
Has He ever put me under the rain in the middle of the night without any place to sleep?
Even with tears, I always ended my fully month with enough coins in my pocket and just sufficient supplies of food.
“I will be with you ‘till the end of the age,” He said to me and indeed He fulfilled His promise.
We never will need more
It’s not in trying but in trusting
Not in running but in resting
Not in wondering but in praying
that we find the strength of The Lord.
What an encouragement to hear that I just need to trust, to rest and to pray.
They ain’t difficult, are they?
I am done running, Lord, yes I am.
I give up trying, especially times when I did try by myself.
I wouldn’t keep on dreaming because it is hurting.
I stretch my arms, very wide, move my head to the left and right.
Fewh,.. relaxing.
I should have known this before.
I grab my bible, the Message version, and start reading Psalms.
“How great is our God!”
Tuhan yang terkasih, Berapa banyakkah anak Kaumiliki? Sejuta? Satu miliar? Satu triliun? Ia menjawab, “Bahkan lebih dari itu! Aku mempunyai banyak sekali anak sampai tak terhitung – Ah! Dan Aku memegang mereka semua di dalam tangan-Ku! Tidak satu pun dilupakan – Aku mengetahui semua tentang mereka, Dan aku menyediakan setiap kebutuhan mereka.” Bapa kami di surga, betapa kayanya Engkau, Menyediakan untuk satu keluarga yang besar dan berkembang! Ia menjawab, “Kekayaan-Ku tidak habis-habisnya – Melampaui yang dapat dibayangkan; Berlipat-lipat ganda.” Oh Allah Bapa, betapa bijaksananya Engkau! Menciptakan berbagai macam manusia dengan semua kepribadian yang berbeda. Apakah kreativitas-Mu tidak pernah habis? Ia menjawab, “Oh tidak! Aku hanya menciptakan yang asli – Setiap orang tidak ternilai, unik; Dan masing-masing mengekspresikan keunikan bagian-Ku.” Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:13-14)
Tuhan berseru kepadaku:
“Anak-Ku, Aku memahami engkau lebih baik dari engkau memahami dirimu sendiri. Aku mengenal dirimu yang sebenarnya! Aku mengenal dirimu yang belum berkembang dalam banyak cara dan telah merasa berulang kali disalahmengerti dan tidak berarti lagi. Aku tahu apa yang terdapat di balik setiap kemenangan dan setiap kekalahan dalam hidupmu. Aku tahu semua impian dan aspirasi rahasiamu dan semua ketakutan dan luka-luka hati yang mengerikan. Aku siap sekarang dan selalu menjadi penasihatmu yang paling bijaksana, anggota kelompok yang paling simpati dan sahabat yang paling akrab!”
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya TUHAN.
(Mazmur 139:1-4)